Ini Dia Daftar Pesaing Toyota Grand Avanza dan Grand Veloz

Ini Dia Daftar Pesaing Toyota Grand Avanza dan Grand Veloz

Pesaing Toyota Grand Avanza dan Grand Veloz – Tidaklah mengherankan bila Avanza dan Veloz menguasai pasar mobil keluarga murah di Indonesia karena kedua MPV yang konon memiliki gelar mobil sejuta umat ini merupakan pionir di segmen yang saat ini sudah jadi primadona di pasar kendaraan bermotor roda empat tanah air tersebut. Bukan itu saja, dukungan Astra Group dan suntikan kapital yang sangat besar dalam bentuk investasi dari pihak Toyota Motor Co dianggap juga memiliki andil yang tak kalah pentingnya.

Kepopuleran Toyota Avanza, dan juga Veloz tentunya, pun dianggap terdongkrak oleh popularitas Toyota Kijang yang seperti diketahui bersama sudah menjadi semacam ikon dari model mobil keluarga multifungsi di tanah air karena eksistensinya yang sudah begitu panjang dalam kancah industri otomotif nusantara. Pada awal kemunculannya di tahun 2003 silam, Avanza disebut – sebut sebagai reinkarnasi dari MPV yang dulunya adalah mobil pick up tersebut.

Julukan baby Kijang atau mini Kijang sempat menjadi sebutan populer untuk Low MPV ini di awal kehadirannya, julukan tersebut seolah menciptakan stigma bila Avanza merupakan versi kompak dari Kijang dengan kualitas tak jauh berbeda namun harganya jauh lebih murah dibanding harga mobil Kijang bahkan sebelum lahirnya generasi Innova.

Tentunya langkah awal yang cukup baik dimana Avanza mendapat respons positif dari konsumen khususnya kalangan menengah disikapi oleh TAM dengan menghadirkan generasi – generasi selanjutnya dari mobil ini. Veloz sendiri kemudian dilaunching pada bulan Oktober 2011 yaiu pada generasi kedua MPV ini dan ditempatkan sebagai variant teratas dan termewah dari Avanza.

Pada akhir 2015 kemarin pihak Toyota Astra Motor yang sebagaimana disebut diatas adalah bagian dari grup Astra yang menjadi Agen Pemegang Merk serta hak distribusi produk mobil Toyota di negeri ini baru saja meluncurkan model teranyar dari kendaraan keluarga serbagunanya tersebut yang diberi nama Grand New Avanza dan Grand New Veloz.

Perbedaan paling nyata dari variant terbaru itu adalah pemisahan Veloz dari Avanza, tidak lagi menjadi type tertinggi dari sang Avanzatos, Veloz kini menjadi model terpisah. Dengan diluncurkannya kedua flagship utamanya tersebut tentu saja TAM berharap bisa kembali menguasai segmen LMPV yang kini semakin ketat tingkat persaingannya, dan inilah para pesaing dari Avanza dan Veloz terbaru.

Honda Mobilio

Ini dia mobil yang saat ini dinilai oleh sebagian orang, khususnya Honda Prospect Motor selaku ATPM nya tentu saja, menjadi pesaing terberat dari duet Avanza – Veloz. Di awal kehadirannya memang Mobilio sempat disebut – sebut sebagai Avanza Killer, namun seiring waktu ternyata jagoan TAM itu masih terlalu hebat bagi andalan HPM ini.

Honda Mobilio RS

Mobilio hadir dengan konsep desain yang cukup revolusioner dan disebut oleh Honda merupakan perpaduan antara MPV dengan sport car model coupe. Namun demikian desain klasik mobil Avanza yang mengingatkan pada mobil Innova dalam bentuk yang lebih ringkas ternyata lebih mengena di hati masyarakat Indonesia.

Interior Mobilio sebenarnya mempunyai konsep tata ruang yang cukup efisien dan ergonomis, namun pemilihan material Veloz dan Avanza dinilai setingkat lebih baik. Selain itu kabin dalam MPV Toyota ini juga dilengkapi deretan fitur yang cukup lengkap untuk mengakomodir kebutuhan berkendara para penggunanya baik untuk mendukung keselamatan maupun kenyamanan penumpang.

Avanza adalah satu – satunya MPV dikelasnya yang menggunakan sistem penggerak roda belakang, dengan demikian jelas kalau MPV ini lebih handal waktu menghadapi tanjakan jalan dibanding mobil keluarga 7 penumpang dengan penggerak roda depan seperti Mobilio. Untuk tenaganya, Mobilio mempunyai energi maksimal sebesar 87 kw / 6600 rpm dengan torsi puncak di angka 14.8 kgm di 4400 rpm.

Suzuki Ertiga

Sebelum kehadiran Mobilio di tahun 2013 lalu, inilah mobil pertama yang mampu membuat trio Astra yang terdiri dari Avanza, Veloz serta Xenia sedikit khawatir. Bagaimana tidak, ketika diluncurkan bulan April 2012 lalu, Ertiga yang namanya berasal dari sebutan orang Indonesia untuk model konsep R3 (real three row concept) langsung mendapat sambutan antusias dari publik tanah air, Ertiga bahkan disebut oleh beberapa kalangan sebagai rising star dan the new phenomenom atau sang fenomenal baru berkat angka penjualannya yang sempat mengganggu dominasi Avanza, Xenia dan Veloz, bahkan pada akhir tahun 2012 MPV murah Suzuki ini mampu menggeser posisi Xenia keurutan ketiga walaupun belum cukup perkasa untuk mendongkel posisi Avanza.

Suzuki Ertiga Dreza

Hanya saja seiring waktu ternyata Ertiga tidak mampu mempertahankan langkah positif yang telah mereka buat di awal kehadirannya, bukan saja semakin tertinggal dari Avanza, Ertiga kini bahkan tidak mampu menyamai penjualan Mobilio yang notabene hadir setelahnya. Bahkan variant termewahnya Ertiga Dreza pun tidak mampu berbuat banyak menghadapi Grand New Veloz 1.5L yang merupakan type tertinggi dari MPV TAM tersebut.

Daihatsu Xenia

Xenia dan Avanza disebut sebagai produk kembar karena memang sejak dari awal pengembangan dilakukan secara bersamaan. Baik Xenia atau Avanza (dan Veloz tentunya) diproduksi oleh Astra Daihatsu Motor melalui pabrik mereka yang terletak di Karawang Jawa Barat, hanya saja kemudian untuk kepentingan pemasaran Daihatsu melabeli LMPV nya itu dengan nama Xenia sedangkan Toyota memilih nama Avanza yang berasal dari kata “Avanzatos”.

Daihatsu Xenia

Perbedaan nama tersebut juga terjadi pada hampir semua sektor kendaraan, Xenia ataupun Avanza sejatinya memiliki fitur yang hampir serupa hanya berbeda penyebutannya saja. Meski demikian bila dilihat secara lebih detail, Avanza mempunyai kelengkapan yang lebih baik pada setiap variantnya, ada beberapa fitur terutama fitur pengaman yang hanya bisa ditemui pada variant tertinggi dari Great New Xenia namun sudah tersedia pada Avanza mulai dari type menengah bahkan standar.

Xenia terbaru kini hanya mempunyai kapasitas mesin tertinggi 1.3L dengan spec serta daya yang kurang lebih sama dengan Avanza bermesin setara yaitu 96.5 ps / 6,000 rpm dengan dorongan torsi puncak sebesar 12,3 kgm pada 4,200 rpm, sedangkan tipe Xenia 1.0L mempunya maximum output 63 hp plus torque 93 Newton Meter.

Lalu bila Xenia, Avanza dan Veloz merupakan produk kembar mengapa dari sisi penjualan jagoan ADM itu kalah jauh dibandingkan duet Toyota tersebut? Hal itu tak lain berkat brand Toyota sebagai manufaktur nomor satu dunia yang mau tak mau harus diakui memiliki magis lebih dibanding Daihatsu. Hal ini sangat berdampak pada nilai jual kembali pada kondisi second handnya hingga konsumen cenderung memilih Avanza karena harga jual kembalinya relatif lebih baik dibanding kembarannya tersebut.

Nissan Grand Livina

Seperti juga Mobilio dan Ertiga, Livina menganut sistem penggerak roda depan atau front wheel drive hingga tentunyab tidak setangguh mobil berpenggerak oda belakang seperti Veloz dan Avanza khususnya ketika melalui kondisi jalan menanjak. Ground clearence Livina yang lebih rendah dari mobil keluarga TAM tersebut membuatnya tidak seleluasa Avanza saat melewati medan jalan berlubang, berbatu maupun genangan air.

Nissan Grand Livina

Faktor lain yang menjadikan Avanza lebih diminati dibanding Grand Livina adalah soal perawatan kendaraan. Dengan dukungan layanan purna jual terluas di tanah air membuat konsumen tidak sulit ketika ingin melakukan perawatan rutin, perbaikan bahkan hingga pergantian spare parts atau suku cadang untuk komponen – komponen kendaraan, satu lagi, suku cadang Avanza juga cenderung lebih terjangkau dibanding spareparts Livina.

Lagi – lagi nilai jual kembali menjadi pertimbangan penting, dengan mudahnya mendapatkan fasilitas aftersales service, brand prestige sebagai produk Toyota serta sebutan ikonik sebagai “mobil sejuta umat” membuat harga Nissan Livina bekas di bursa mobil second hand tidak setinggi pesaingnya tersebut, faktor ini tentu turut menentukan saat konsumen ingin membeli mobil baru dengan pertimbangan value for money atau resale value nya kelak.

Review diatas merupakan poin – poin krusial yang dianggap turut menentukan kesuksesan Avanza dan veloz menjadi MPV paling populer sekaligus paling laris di Indonesia selama lebih dari satu dekade terakhir. Walau demikian tentunya baik Livina, Mobilio, Ertiga atau Xenia mempunyai kelebihan pula yang membuat mobil – mobil tersebut juga memiliki basis penggemar tersendiri misalnya saja dari sisi desain atau tampilan yang tentunya sangat berkaitan dengan selera masing – masing konsumen.

Recommended For You

About the Author: DealerToyota

Kami merupakan divisi pemasaran pada authorized dealer Toyota Jakarta yang membantu anda dalam proses pembelian mobil baru Toyota secara cash dan kredit. Kami melayani pembelian WAJIB menggunakan PLAT B dan kredit hanya untuk konsumen yang berdomisili diwilayah Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi dan sekitarnya.